Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. …bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.
“Anak2ku…. ….. Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh di pelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.
*”Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”
Diambil dari blog.muslim-indonesia.com

Oleh Abu Nur al-Dununiyy al-Ash^ari
WAHHABI ITU MAZHAB HANBALI?
• Daf^ Shubahit-Tashbih bi-Akuffit-Tanzih fir-Radd ^alal-Mujassimah wal-Mushabbihah
• Al-Bazul-Ashhab al-Munqid ^ala Mukhalifil-Madhhab.
2. Al-Qadi Ahmad ibn ^Umar al-Maqdisi al-Hanbali. Penglibatan beliau dalam menyanggah Ibn Taymiyyah dapat dilihat dalam kitab ^Uyunut-Tawarikh oleh al-Mu’arrikh Ibn Shakir al-Kutbi (w. 764 H) dan Najmul-Muhtadi wa Rajamul-Mu^tadi oleh al-Mu’arrikh al-Faqih al-Mutakallim al-Fakhr Ibnul-Mu^allim al-Qurashi (w. 725 H).
3. Qadi Qudah al-Madinah al-Munawwarah Abu ^AbdiLlah Muhammad ibn Musallam ibn Malik al-Salihi al-Hanbali (w. 726 H)
4. Al-Hafiz ^Abdur-Rahman ibn Ahmad yang dikenali dengan nama Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795 H) menyanggah pendapat Ibn Taymiyyah menyalahi ijmak berkenaan talak tiga sekaligus melalui kitab beliau:
• Bayan Mushkilil-Ahadith al-Waridah fi annat-Talaqath-Thalath Wahidah
5. Al-Shaykh Sulayman ibn ^Abdil-Wahhab al-Hanbali saudara Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab al-Najdi pengasas al-Wahhabiyyah menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Sawa^iq al-Ilahiyyah fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
• Faslul-Khitab fir-Radd ^ala Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab
6. Al-Shaykh Abul-^Awn Shamsud-Din Muhammad ibn Ahmad ibn Salim yang dikenali sebagai Ibn Safarini al-Nabulusi al-Hanbali (w. 1188 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Ajwibatun-Najdiyyah ^an al-As’ilatin-Najdiyyah
7. Al-Shaykh ^Abdullah ibn Awdah yang digelar sebagai Sufan al-Qadumi al-Hanbali (w. 1331 H) seorang alim bermazhab Hanbali di Hijaz dan Syam. Beliau menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Rihlatul-Hijaziyyah war-Riyad al-Unsiyyah fil-Hawadith wal-Masa’il
• Al-Radd ^alal-Wahhabiyyah
8. Al-Mufti Mustafa ibn al-Shaykh Ahmad ibn Hasan al-Shati al-Dimashqi al-Hanbali yang pernah menjawat sebagai Qadi di Dawma (w. 1348 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Risalatun fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
• Al-Nuqulush-Shar^iyyah fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
9. Al-Mufti Ahmad ibn Hasan al-Shati al-Dimashqi al-Hanbali menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Radd ^alal-Wahhabiyyah
10. Al-Shaykh Muhammad ibn ^Abdir-Rahman al-Hanbali menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Tahakkumul-Muqallidin bi-man Idd^a Tajdidad-Din
11. Al-Shaykh Ibn ^Abdir-Razzaq al-Hanbali menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam masalah ziarah kubur Nabi Muhammad melalui kitab beliau:
• Al-Jawabat fiz-Ziyarah
12. Al-Shaykh ^Abdul-Muhsin al-Ashqiri al-Hanbali Mufti di al-Zubayr, Basrah menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam masalah ziarah dan tawasul dengan para nabi dan solihin melalui kitab beliau:
• Al-Radd ^alal-Wahhabiyyah
13. Al-Shaykh ^Afifud-Din ibn ^Abdillah ibn Dawud al-Hanbali menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• al-Sawa^iq war-Ru^ud
WAHHABI ITU BENAR TETAPI TIDAK SESUAI DI MALAYSIA?
• Al-Milhah fi I^tiqad Ahlil-Haqq
• Al-Radd ^alal-Mubtadi^ah wal-Hashwiyyah
2. Al-Qadi al-Mufassir Badrud-Din Muhammad ibn Ibrahim ibn Jama^ah al-Shafi^i (w. 733 H)
3. Al-Shaykh al-Faqih Nurud-Din ^Ali ibn Ya^qub al-Bakri al-Shafi^i (w. 724 H)
4. Al-Shaykh Kamalud-Din Muhammad ibn Abil-Hasan ^Ali al-Siraj al-Rifa^i al-Qurashi al-Shafi^i menyanggah Ibn Taymiyyah melalui kitab beliau:
• Tuffahul-Arwah wa Fattahul-Arbah
5. Al-Shaykh al-Faqih Shamsud-Din Muhammad ibn ^Adlan al-Shafi^i (w. 749 H). Beliau pernah berkata: “Sesungguhnya Ibn Taymiyyah berkata: “Sesungguhnya Allah di atas Arasy dengan sifat atas yang hakiki dan sesungguhnya Allah berkata-kata dengan suatu huruf dan suatu suara”.”.
6. Al-Imam al-Hafiz al-Mujtahid Taqiyyud-Din al-Subki al-Shafi^i (w. 756 H) menyanggah al-Mujassim Ibn Taymiyyah al-Harrani dalam pelbagai masalah melalui kitab-kitab beliau:
• Al-I^tibar bi-Baqa’il-Jannah wan-Nar
• Al-Durratul-Madiyyah fir-Radd ^ala Ibn Taymiyyah
• Shifa’us-Saqam fi Ziyarah Khayril-Anam
• Al-Nazarul-Muhaqqaq fil-Halaf bit-Talaqil-Mu^allaq
• Naqdul-Ijtima^ wal-Iftiraq fi masa’ilil-Ayman wat-Talaq
• Al-Tahqiq fi Mas’alatit-Ta^liq
• Raf^ush-Shiqaq ^an Mas’alatit-Talaq
7. Al-Qadi Safiyud-Din al-Hindi al-Shafi^i (w. 715 H)
8. Al-Muhaddith al-Mufassir al-Usuli al-Faqih Muhammad ibn ^Umar ibn Makki yang dikenali sebagai Ibn al-Murahhil al-Shafi^i (w. 716 H)
9. Al-Faqih al-Muhaddith ^Ali ibn Muhammad al-Baji al-Shafi^i (w. 714 H) pernah berdebat dengan Ibn Taymiyyah di empat belas tempat dan beliau mengalahkannya.
10. Al-Mu’arrikh al-Faqih al-Mutakallim al-Fakhr Ibnul-Mu^allim al-Qurashi al-Shafi^i (w. 725 H) menyanggah Ibn Taymiyyah melalui kitabnya:
• Najmul-Muhtadi wa Rajmul-Mu^tadi
11. Al-Qadi al-Shaykh Kamalud-Din ibn al-Zamlakani al-Shafi^i (w. 727 H) berdebat dengan Ibn Taymiyyah dengan dua risalah iaitu pertama dalam masalah talak tiga sekaligus dan kedua dalam masalah ziarah.
12. Al-Shaykh Shihabud-Din Ahmad ibn Yahya al-Kilabi al-Halabi yang dikenali sebagai Ibn Jahbal al-Shafi^i (w. 733 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam tulisan beliau:
• Risalatun fi Nafyil-Jihah
13. Al-Faqih al-Muhaddith Jalalud-Din Muhammad al-Qazwini al-Shafi^i (w. 739 H)
14. Al-Hafiz al-Dhahabi al-Shafi^i (w. 748 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam dua tulisan beliau:
• Bayan Zaghlil-^Ilm wat-Talab
• Al-Nasihat al-Dhahabiyyah
15. Al-Hafiz al-Faqih al-Usuli Abu Sa^id Khalil Salahud-Din al-^Ala’i al-Shafi^i (w. 761 H) mencela Ibn Taymiyyah dalam kitab Dhakh’irul-Qasr fi Tarajum Nubala’il-^Asr oleh Ibn Tulun di halaman 32 – 33. Al-Hafiz al-^Ala’I juga menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Ahadith Ziayarah Qabrin-Nabi
16. Al-Faqih al-Shaykh Tajud-Din al-Subki al-Shafi^i (w. 771 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Tabaqatush-Shafi^iyyatil-Kubra
17. Al-Hafiz Ibn Hajar al-^Asqalani al-Shafi^i (w. 852 H) mendedahkan pandangan ulama terhadap kesesatan Ibn Taymiyyah dan beliau sendiri menyanggah pendapat Ibn Taymiyyan melalui kitab-kitab beliau:
• Al-Durarul-Kaminah fi A^yanil-Mi’atith-Thaminah
• Lisanul-Mizan
• Fathul-Bari Sharh Sahih al-Bukhari
• Al-Isharah bi-Turuq Hadithiz-Ziyarah
• Al-Ajwibatul-Mardiyyah fir-Radd ^alal-As’ilatil-Makkiyyah
18. Al-Faqih al-Mu’arrikh Ibn Qadi Shuhbah al-Shafi^i (w. 851 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Tarikh Ibn Qadi Shuhbah
19. Al-Faqih al-Shaykh Taqiyyud-Din Abu Bakr al-Hisni al-Shafi^i (w. 826 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan mendedahkan kesepakatan ulama empat mazhab sezaman di atas kekufuran Ibn Taymiyyah melalui kitab beliau:
• Daf^ Shubah Man Shabbaha wa Tamarrad wa Nasaba Dhalika ilal-Imam Ahmad
20. Al-Hafiz al-Sakhawi al-Shafi^i (w. 902 H) menyanggah Ibn Taymiyyah melalui kitab beliau:
• Al-I^lan bit-Tawbikh li-man Zhammat-Tarikh
21. Al-Shaykh Ibn Hajar al-Haytami al-Shafi^i (w. 974 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Fatawal-Hadithiyyah
• Al-Jawharul-Munazzam fi Ziyaratil-Qabril-Mu^azzam
22. Al-Shaykh ^Abdur-Ra’uf al-Munawi al-Shafi^i (w. 1031 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Sharhush-Shama’il lit-Tirmidhi
23. Al-Muhaddith Muhammad ibn ^Ali ibn ^Illan al-Siddiqi al-Makki al-Shafi^i (w. 1057 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Mubarridul-Mubki fi Raddis-Sarimil-Munki
24. Al-Shaykh ^Abdullah ibn ^Abdul-Latif al-Shafi^i pernah menjadi guru kepada pengasas Wahhabiyyah Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab. Beliau telah menyanggah Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab melalui kitab beliau:
• Tajrid Sayfil-Jihad li-Muda^il-Ijtihad
25. Al-Shaykh Muhammad ibn Sulayman al-Kurdi al-Shafi^i pernah menjadi guru kepada pengasas Wahhabiyyah Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab. Beliau menyanggah Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab dalam kitab beliau:
• Al-Radd ^ala Muhammad ibn ^Abdil-Wahhab
26. Al-Mufti al-Sayyid Ahmad ibn Zayni Dahlan al-Shafi^i (w. 1304 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam melalui kitab beliau:
• Al-Durarus-Sunniyyah fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
• Fitnatul-Wahhabiyyah
27. Al-^Allamah Barakat al-Ahmadi al-Makki al-Shafi^i menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Raddun ^ala Ibn ^Abdil-Wahhab
28. Al-Shaykh Muhammad Salih al-Zamzami al-Shafi^i imam di Maqam Ibrahim di Mekah
• Al-Radd ^alal-Wahhabiyyah
29. Al-^Allamah al-Sayyid Yusuf al-Batah al-Ahdal al-Zabidi al-Makki al-Shafi^i (w. 1246 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Risalatun fi Jawazil-Istighathah wat-Tawassul
30. Al-Shaykh Zaynul-^Abidin ibn Muhammad al-Fatani mendedahkan dan menolak kesesatan puak mujassimah di zaman beliau dalam kitab beliau:
• Irshadul-^Ibad ila Sabilir-Rashad
31. Al-Shaykh Ahmad Khatib ibn ^Abdul-Latif al-Minankabawi imam mazhab Shafi^i di Masjidil-Haram menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Khattul-Mardiyyah fi Radd Shubhah Man Qal bi-Bid^atit-Talaffiz bin-Niyyah
32. Al-Shaykh Hasanud-Din ibn Muhammad Ma^sum ibn Abi Bakr al-Dali al-Jawi al-Shafi^i menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Qutufatus-Sunniyyah li-Man^ Ba^d ma fil-Fawa’idil-^Aliyyah
33. Al-Musnid al-Habib al-Sayyid Abul-Ashbal Salim ibn Husayn ibn Jindan al-Indunisi al-Shafi^i (w. 1389 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Khulasatul-Kafiyah fil-Asanidil-^Aliyah
34. Al-Faqih al-Habib al-Sayyid ^Alawi ibn Tahir al-Haddad al-Hadrami al-Shafi^i Mufti Negeri Johor mendedahkan kesesatan puak al-Wahhabiyyah yang digelar Kaum Muda dalam kitab beliau:
• Fatwa Mufti Kerajaan Negeri Johor
35. Al-^Allamah al-Habib al-Sayyid ^Alawi ibn Ahmad al-Haddad al-Shafi^i (w. 1222 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Sayful-Batir li-^Unuqil-Munkir ^alal-Akabir
• Misbahul-Anam wa Jila’uz-Zalam fi Radd Shubahil-Bid^iyyil-Najdiyyillati Adalla bi-hal-^Awam
36. Al-Shaykh Salamah al-^Azami al-Quda^i al-Misri al-Shafi^i menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Furqanul-Qur’an bayn Sifatil-Khaliq wa Sifatil-Akwan. Dalam kitab ini beliau menyanggah aqidah tajsim Ibn Taymiyyah dan al-Wahhabiyyah.
• Al-Barahinus-Sati^ah fi Radd Ba^dil-Bida^ish-Sha’i^ah
• Maqalat fi Jaridatil-Muslim (al-Misriyyah)
• Risalatun fi Ta’yid Madhhabis-Sufiyyah war-Radd ^alal-Mu^taridin ^alayhim
37. Al-Shaykh Ahmad ibn ^Ali al-Basri al-Qabbani al-Shafi^i menyanggah puak al-Wahhabiyyah dengan kitab beliau:
• Faslul-Khitab fi Radd Dalalat Ibn ^Abdil-Wahhab
38. Al-Shaykh ^Uthman ibn al-^Umari al-^Aqili al-Shafi^I menyanggah puak al-Wahhabiyyah dengan kitab beliau:
• Risalatun fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
39. Al-Shaykh al-Kiyahi Ihsan ibn Muhammad Dahlan al-Jamfasi al-Kadiri al-Indunisi al-Shafi^i menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Sirajut-Talibin ^ala Minhajil-^Abidin ila Jannah Rabbil-^Alamin
40. Al-Shaykh al-Kiyahi Sirajud-Din ^Abbas al-Indunisi al-Shafi^i (w. 1401 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• I^tiqad Ahlis-Sunnah wal-Jama^ah
• Arba^inil-Masa’il-Diniyyah: Empat Puluh Masalah Agama
41. Al-Shaykh al-Kiyahi ^Ali Ma^sum al-Jukjawi al-Shafi^i (w. 1410 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Hujjah Ahlis-Sunnah wal-Jama^ah
42. Al-Shaykh al-Kiyahi Ahmad ^Abdul-Halim al-Qindili al-Indunisi al-Shafi^i menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• ^Aqa’id Ahlis-Sunnah wal-Jama^ah
43. Al-Shaykh al-Kiyahi Ahmad Makki ^Abdullah Mahfuz al-Indunisi al-Shafi^i menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Hisnus-Sunnah wal-Jama^ah fi Ma^rifah Firaq Ahlil-Bida^
44. Al-Shaykh al-Kiyahi Muhammad Shafi^I Hadhami ibn Muhammad Salih Ra’idi al-Indunisi Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia, Jakarta (1990 – 2000 R) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Tawdihul-Adillah
45. Al-Hafiz al-Muhaddith al-Zahid al-Shaykh ^Abdullah ibn Muhammad al-Harari al-Abdari al-Shaybi al-Rifa^i al-Shafi^i (w. 1429 H) mufti di Harar, Habsyah menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah dalam kitab-kitab beliau:
• Al-Maqalatus-Sunniyyah fi Kashf Dalalat Ahmad ibn Taymiyyah
• Sarihul-Bayan fir-Radd ^ala Man Khalafal-Qur’an
• Al-Tahdhirush-Shar^iyyil-Wajib
2. Al-Faqih al-Mutakallim al-Sufi al-Shaykh Tajud-Din Ahmad ibn ^Ata’iLlah al-Iskandari al-Shadhili (w. 709 H)
3. Qadi Qudah al-Malikiyyah ^Ali ibn Makhluf (w. 718 H). Beliau pernah berkata: “Ibn Taymiyyah berkata dengan aqidah tajsim dan di sisi kami barangsiapa yang berpegang dengan iktikad ini telah kafir dan wajib dibunuh”.
4. Al-Faqih al-Rahhalah Ibn Battutah (w. 779 H) mendedahkan kesesatan Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Rihlah Ibn Battutah
5. Al-Hafiz Waliyyud-Din Abu Zur^ah Ahmad ibn ^Abdur-Rahim al-^Iraqi al-Maliki (w. 826 H) menyanggah Ibn Taymiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Ajwibatul-Mardiyyah fir-Radd ^alal-As’ilatil-Makkiyyah
6. Al-Shaykh ^Umar ibn Abil-Yaman al-Lakhmi al-Fakihi al-Maliki (w. 734 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dengan kitab beliau:
• Al-Tuhfatul-Mukhtarah fir-Radd ^ala Munkiriz-Ziyarah
7. Al-Shaykh ^Isa al-Zawawi al-Maliki (w. 743 H) menyanggah Ibn Taymiyyah melalui kitab beliau:
• Risalatun fi Mas’alatit-Talaq
8. Shaykh Ifriqiya Abu ^Abdullah ibn ^Arafah al-Tunisi al-Maliki (w. 803 H)
9. Al-Shaykh Ahmad Zaruq al-Fasi al-Maliki (w. 899 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dengan kitab beliau:
• Sharh Hizbil-Bahr
10. Al-Shaykh Muhammad al-Razqani al-Maliki (w. 1122 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Sharhul-Mawahibil-Laduniyyah
11. Al-Shaykh Idris ibn Ahmad al-Wazani al-Fasi al-Maliki (dilahirkan pada 1272 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Nashrut-Tayyib ^ala Sharhish-Shaykh al-Tayyib
12. Mufti al-Madinah al-Munawwarah al-Shaykh al-Muhaddith Muhammad al-Khadir al-Shanqiti al-Maliki (w. 1353 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Luzumut-Talaqith-Thalath Daf^ahu bi-ma la Yastati^ul-^Alim Daf^ahu
• Qam^ Ahllz-Zaygh wal-Ilhad ^anit-Ta^n fi Taqlid A’immatil-Ijtihad
13. ^Alim Makkah Muhammad al-^Arabi al-Tabban al-Maliki (w. 1390 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Bara’atul-Ash^ariyyin min ^Aqa’idil-Mukhalifin
14. Al-Hafiz al-Mujtahid al-Shaykh al-Sayyid Ahmad ibn al-Siddiq al-Ghumari al-Maghribi al-Maliki (w. 1380 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah dalam ktab beliau:
• Hidayatus-Sughara’
• Al-Qawlul-Jali
• Ihya’ul-Maqbur min Adillah Istihbab Bina’il-Masajid wal-Qubab ^alal-Qubur
15. Al-Muhaddith al-Shaykh al-Sayyid ^Abdullah ibn al-Siddiq al-Ghumari al-Maghribi al-Maliki (w. 1413 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah melalui kitab-kitab beliau:
• Itqanus-Sin^ah fi Tahqiq Ma^nal-Bid^ah
• Al-Subhus-Safir fi Tahqiq Salatil-Musafir
• Al-Rasa’ilul-Ghumariyyah
16. Al-Shaykh al-Mashraqi al-Jaza’iri al-Maliki menyanggah al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Izharul-^Uquq min-man Mana^at-Tawassul bin-Nabi wal-Waliyyis-Saduq
17. Shaykhul-Islam di Tunisia al-Shaykh Isma^il al-Tamimi al-Maliki (w. 1248 H) menyanggah al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Radd ^ala Ibn ^Abdil-Wahhab
18. Al-Shaykh Ahmad al-Sawi al-Maliki menolak puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Hashiyatus-Sawi ^ala Tafsiril-Jalalayn
19. Al-Shaykh Ibrahim ibn ^Abdil-Qadir al-Tarabulusi al-Riyahi al-Tunisi al-Maliki (w. 1266 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Radd ^alal-Wahhabiyyah
20. Al-Shaykh Muhammad al-Sa^di al-Maliki menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Risalatul-Mardiyyah fir-Radd ^ala Man Munkiriz-Ziyaratil-Muhammadiyyah
21. Al-Shaykh Yusuf ibn Ahmad al-Dijwi al-Azhari al-Maliki (w. 1365 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab-kitab beliau:
• Risalatun fi Tasarrufil-Awliya’
• Al-Maqalat
22. Al-Shaykh ^Ali ibn Muhammad al-Mayli al-Jamali al-Tunisi al-Maghribi al-Maliki menyanggah aqidah tajsim puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Suyuful-Mashraqiyyah li-Qat^ A^naqil-Qa’ilin bil-Jihah wal-Jismiyyah
23. Al-Shaykh ^Abdul-^Aziz al-Qurashi al-^Alji al-Ahsa’i al-Maliki menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui tulisan beliau:
• Qasidatun fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
2. Qadil-Qudah di Mesir al-Shaykh Ahmad ibn Ibrahim al-Saruji al-Hanafi (w. 710 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dengan kitab beliau:
• I^tiradat ^ala Ibn Taymiyyah fi ^Ilmil-Kalam
3. Al-Shaykh Ahmad ibn ^Uthman al-Turkamani al-Juzjani al-Hanafi (w. 744 H) menyanggah Ibn Taymiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Abhathul-Jaliyyah fir-Radd ^ala Ibn Taymiyyah
4. Al-^Allamah al-Shaykh ^Ala’ud-Din al-Bukhari al-Hanafi (w. 841 H) mengkafirkan Ibn Taymiyyah dan mengkafirkan sesiapa yang menamakannya sebagai Shaykhul-Islam dalam keadaan mengetahui kekufurannya. Ini telah disebut oleh al-Hafiz al-Sakhawi dalam kitab beliau al-Daw’ul-Lami^.
5. Al-Shaykh Muhammad ibn Ahmad Hamidid-Din al-Farghani al-Dimashqi al-Hanafi (w. 867 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dengan kitab beliau:
• Al-Radd ^ala Ibn Taymiyyah fil-I^tiqad
6. Al-Qadi al-Bayadi al-Hanafi (w. 1098 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam kitab beliau:
• Isharatul-Maram min ^Ibaratil-Imam
7. Al-Shaykh al-Mulla ^Ali al-Qari al-Hanafi (w. 1014 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dengan kitab beliau:
• Sharhushi-Shifa lil-Qadi ^Iyad
8. Al-Shaykh Ahmad al-Khafaji al-Misri al-Hanafi (w. 1069 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dengan kitab beliau:
• Sharhushi-Shifa lil-Qadi ^Iyad
9. Al-Shaykh ^Abdul-Ghani al-Nabulusi al-Dimashqi al-Hanafi (w. 1143 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dalam banyak kitab beliau.
10. Al-Shaykh Muhammad Bakhit al-Muti^i al-Hanafi pernah menjadi mufti di Mesir (w. 1354 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan al-Wahhabiyyah dengan kitab beliau:
• Tathirul-Fu’ad min Danasil-I^tiqad
11. Al-^Allamh al-Shaykh Muhammad Zahid al-Kawthari al-Hanafi (w. 1371 H) menyanggah Ibn Taymiyyah dan puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Kitab Maqalatil-Kawthari
• Al-Ta^aqqubul-Hathith li-ma Yanfi-hi Ibn Taymiyyah minal-Hadith
• Al-Buhuthul-Wafiyyah fi Mufradat Ibn Taymiyyah
• Al-Ishfaq ^ala Ahkamit-Talaq
• Tahdhirul-Khalaf min Makhazi Ad^iya’is-Salaf
• Muhiqqul-Taqawwul fi Mas’alatit-Tawassul
12. Al-Shaykh Nu^man ibn Mahmud Khayrid-Din yang dikenali sebagai Ibn al-Alusi al-Baghdadi al-Hanafi (w. 1317 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Ajwibatun-Nu^maniyyah ^anil-As’ilah al-Hindiyyah fil-^Aqa’id
13. Al-Faqih al-Shaykh ^Ata al-Kasam al-Dimashqi al-Hanafi menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Aqwalul-Mardiyyah fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
14. Al-Muhaddith al-Shaykh Tahir Sunbul al-Hanafi menyanggah puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Al-Intisar lil-Awliya’il-Abrar
15. Al-Shaykh Muhammad al-Nafilati al-Hanafi mufti di al-Quds al-Sharif (masih hidup pada tahun 1315 H) menyanggah al-Wahhabiyyah dengan kitab beliau:
•
16. Al-Shaykh HamduLlah al-Dajiwi al-Hindi al-Hanafi menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-Basa’ir li-Munkiri al-Tawassul bi-Ahlil-Maqabir
17. Al-Shaykh ^Abdullah ibn Ibrahim al-Miraghni al-Hanafi yang mendiami Ta’if menyanggah al-Wahhabiyyah dengan kitab beliau:
• Tahridul-Aghniya’ ^alal-Istighathah bil-Anbiya’ wal-Awliya’
18. Al-Shaykh Dawud ibn Sulayman al-Baghdadi al-Naqshabandi al-Hanafi (w. 1299 H) menyanggah puak al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Sulhul-Ikhwan fir-Radd ^ala Man Qal ^alal-Muslimin bish-Shirk wal-Kufran
• Al-Mihnatul-Wahbiyyah fir-Radd ^alal-Wahhabiyyah
19. Al-Shaykh Muhammad Amin yang lebih dikenali sebagai Ibn ^Abidin al-Dimashqi al-Hanafi menolak puak al-Wahhabiyyah dalam kitab beliau:
• Raddul-Muhtar ^alad-Durril-Mukhtar
20. Al-Shaykh ^Abdur-Rahman al-Hindi al-Dilhi al-Hanafi menyanggah al-Wahhabiyyah dengan kitab beliau:
• Rawdul-Majal fir-Radd ^ala Ahlid-Dalal
21. Al-Shaykh Ahmad ibn ^Abdil-Ahad al-Faruqi al-Naqshabandi al-Hanafi menyanggah al-Wahhabiyyah melalui kitab beliau:
• Al-^Aqa’idut-Tis^
WAHHABI SUATU PERKARA KHILAFIYYAH?
WAHHABI SUATU MISTERI?