PESANAN PENGENDALI BLOG KEPADA SEMUA AHLI ILMU

Imam Ibnu Asakir, Imam al-Khatib dan Imam al-Hafiz al-Mizzi meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi:

"Apabila akhir umat ini melaknat (generasi) awalnya, maka hendaklah orang-orang yang mempunyai ilmu pada ketika itu menzahirkan ilmunya, sesungguhnya orang yang menyembunyikan ilmu pada waktu tersebut seumpama seseorang yang menyembunyikan apa yang telah diwahyukan kepada (Sayyidina) Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam!!!"

Maka apabila lahir golongan yang mencaci dan melaknat para ulama' empat mazhab terdahulu yang mengikut generasi Salafus Soleh, apakah yang telah kita lakukan???

"Mengenal Allah dengan ilmu seperti mendengar gula tapi belum merasai,
Mengenal Allah dengan hati seperti merasai gula"
- Sultanul Auliya Syeikh Abdul Qadir al-Jailani.

Your heart will go back to you.

Your heart will go back to you.
click the picture for more

Monday, February 28, 2011

MATI

Mati, kalimat tersebut sangat tidak mahu didengari di telinga, karena mati adalah merupakan sesuatu yang memutuskan kelazatan dari dunia. Mati adalah yang menjadikan seorang anak menjadi yatim atau piatu. Mati juga menjadikan seorang isteri menjadi janda. Tapi kematian pasti akan kita hadapi dan kita tempuhi, tidak ada seorang manusiapun yang akan selamat dari kematian itu. Baik dari golongan atas atau bawah, baik si kaya atau miskin, baik yang tua ataupun yang muda bahkan yang sihat ataupun yang sakit. Jadi mati adalah sebuah pintu yang semua kita akan memasukinya sebagaimana berkata sya'ir:

المَوْتُ بابٌ وكلُّ النّاسِ داخِلُهُ، يا لَيتَ شعريَ، بعدَ البابِ، ما الدّار
الدّارُ جَنّةُ خُلْدٍ، إنْ عَمِلتَ بما يُرْضِي الإلَهَ، وإنْ قصّرْتَ، فالنّارُ


"Mati adalah pintu dan setiap manusia akan memasukinya. Wahai demi umurku, Apakah tempat setelah pintu. 
Surga yang kekallah tempat tinggal, jika kau beramal dengan apa yang diridohi oleh Allah, jika engkau tidak maka nerakalah tempatnya."


Kematian pasti datangnya dan Allah swt, telah memperingati kita tentang kematian ini. Sebagaimana firman-Nya :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ.}
(آل عمران: 185)

"Tiap –tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Ali Imran - 185)

قال تعالى:
كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةً۬‌ۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ .)
 (الأنبياء: 35)

"Tiap-tiap diri akan merasai mati dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan". (Al-Anbiya' -35)

Berdasarkan ayat diatas berarti kematian pasti akan mendatangi setiap makhluk. Kehadirannya tak dapat ditolak, meskipun oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan. Kematian tidak dapat ditolak oleh para hartawan dengan kekayaannya. Dan kematian juga tidak dapat ditolak dengan mendatangkan seluruh doktor pakar di dunia ini. Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam telah mengingatkan kita untuk memperbanyak mengingati kematian.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم «أكثروا ذكر هاذم اللّذات (رواه الترمذي والنسائي وصححه    ابن حبان)

Dari Abi Hurairoh ra berkata : adalah rasulullah banyak menyebutkan : " perbanyakkanlah kamu dari mengingat yang memutuskan kelazatan (mati) (H.R. Tirmidzi , an-Nasa'i dan mensahihkannya Ibnu Hibban).

Kalau kita hendak mencermati/mendalami hakikat kematian , nescaya kita tahu bahwa ia adalah suatu perkara yang besar. Ia adalah Piala yang bergilir bagi setiap orang yang berdiam di suatu tempat maupun yang suka pergi berkelana/mengembara. Dengannya seorang hamba keluar dari dunia menuju syurga atau neraka. Didalam al-Qur'an Allah mengulang-ulang kalimat موت baik dengan kalimat fi'il mahdi atau masa fi'il mudhorik atau fi'il amar atau masdar. Ataupun yang disandarkan kepada dhomir ada sebanyak 133 kali. Tak ada yang harus dikhawatirkan dalam kematian . Ia adalah pintu yang setiap orang pasti akan memasukinya. Tetapi yang menjadi masalah serius adalah , apa yang terjadi setelah kematian? Apakah berupa taman dan sungai yang mengalir , dalam tempat yang dijanjikan Allah ataukah berupa kesesatan dan api yang bergejolak? Maka orang-orang shalih sangat rindu ,ingin segera bertemu dengan rabb mereka. Menyiapkan bekal kematian, yang menjadi gerbang menuju negeri akhirat. Ya , mereka bahagia menyambut kematian , selagi kematian itu mendekatkan diri kepada Rabb mereka.


Demi Allah! … itulah keberuntungan yang besar. Ketika dihadapkan pada Rabbul 'Alamin, mereka bangga dengan cara kematian yang mereka alami. Wajah mereka putih dan derajat mereka tinggi. Orang –orang shalih menghadapi kematian dengan jiwa yang tenang . Tujuan mereka hanya satu, mati dalam keadaan diridhoi Allah swt. Mereka itu, sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya:


يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ. (آل عمران: 102 

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam." (Ali Imran - 102)




-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sumber nasihat ikhwan: ISLAMI


Terjemahan pada makna B.Melayu dari B.Indonesia yang terdekat oleh alFaqir dan sedikit editing penambah baikan untuk kefahaman kita, warga Malaysia.


AlFaqir menambah: Hargailah Masa yang ada, Kejarlah Mardhodillah. Senantiasalah bertaubat,Buatlah Kebaikan sebanyak mungkin, jangan berkira-kira dengan Tuhan dengan kebaikan, jagalah pergerakan hati supaya senantiasa ada bersama Tuannya. Gembiralah kerana Allah Tuhan kita dan Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam itu Rasul penghulu kita. Selingkanlah 'kegembiraan' itu dengan segala suruhan Allah Robbal Alamin dan Rasul mulia Junjungan kita. Sebelum masa yang dikhabarkan tiba menyambut...


 'Ya Allah Ya Tuhan kami, sesungguhNya Engkaulah satu-satuNya Tuhan kami, Ampunilah kami, pimpinlah kami diatas jalan yang lurus. Janganlah tinggalkan kami walau sesaat  pada makhlukMu. Ya Allah, jadikanlah kami kakitangan pada menyebar Agama Mu iaitu ISLAM, supaya nanti di Sirat nanti, Nabi penghulu kami, cahaya mata dan penyejuk hati kami akan mengenal kami dan menyambut kami dengan piala air ditangan baginda di telaga al Kautsarnya. Yaaa Allah Tuhan Sekalian Alam... makbulkan doa kami Yaa Allah, Yaa Arrhamarrahimin. Yaa Ghafurrurahim... ' 


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
There was an error in this gadget

Recent Posts

There was an error in this gadget

Shaykh Abd al-Fattah Abu Ghuddah, Shaykh Abdullah al-Ghumari, Shaykh Muhammad Yasin al-Fadani, Shaykh Ismaeel Zayn, Shaykh Hasan al-Saqqaf and Shaykh Ibrahim al-Khalifah al-Ahsai

Cinta/Love/Mahabbah/Pyiar

Beautiful advice for the seeker of truth (Al Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri)